Santri SMK Plus Khoiriyah Hasyim mengisi Ramadhan dengan Mengaji Kitab Al-Arba'in An-Nawawiyah

ALI IRSAT 25 Feb 2026 20 Views
Bulan Ramadhan selalu membawa suasana yang berbeda di SMK Plus Khoiriyah Hasyim TebuIreng. Tidak hanya menjadi momen menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi ajang memperdalam ilmu agama dan memperkuat spiritualitas para siswa.
Di SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng, siswa tidak hanya dibekali materi umum, tetapi juga pendidikan agama yang menjadi bagian penting dari sistem pembelajaran. Khusus di bulan Ramadhan, jadwal kegiatan belajar mengajar (KBM) mengalami penyesuaian. Jika biasanya masuk pukul 07.00 hingga 13.10, kini berubah menjadi pukul 08.00 hingga 10.00. Setiap mata pelajaran dikurangi setengah dari jam pelajaran biasanya agar siswa tetap fokus dan tidak terlalu lelah saat berpuasa.
Setelah KBM selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian bandongan hingga pukul 11.00. Kitab yang dikaji adalah Al-Arba'in An-Nawawiyah, sebuah kitab yang memuat 42 hadis pilihan yang menjadi fondasi ajaran Islam atau dikenal dengan jawaami’ul kalim. Hadis-hadis tersebut mencakup pembahasan tentang akidah, syariah, dan akhlak yang menjadi dasar kehidupan seorang muslim.
Menariknya, pengajian ini dilaksanakan setiap hari tanpa libur, termasuk hari Jum’at. Kegiatan putra dan putri dipisah untuk menjaga kekhusyukan. Siswa putra mengaji bersama Ustadz Risky, sementara siswi putri dibimbing oleh Kyai Sugondo.
Tradisi mengaji di bulan Ramadhan memang sudah menjadi ciri khas Tebuireng, khususnya dengan kilatan kitab-kitab kuning yang dipelajari para siswa. Suasana religius begitu terasa di setiap sudut sekolah.
Ilham, salah satu siswa kelas 10 jurusan Broadcasting, mengungkapkan pendapatnya.
“Bagi saya ini memang menarik, berbeda dengan pondok saya yang dulu. Di sini lebih seru ketika Ramadhan,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan Hafif, siswa kelas 10 jurusan Desain Komunikasi Visual.
“Di bulan Ramadhan ini saya lebih bersemangat karena banyaknya kegiatan mengajinya. Saya jadi bisa mendapatkan banyak ilmu dan hikmah. Walau cukup melelahkan, pengajian ini justru membuat puasa tidak terasa,” katanya.
Dengan perpaduan antara pendidikan umum dan agama, SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng berhasil menciptakan suasana Ramadhan yang tidak hanya produktif, tetapi juga penuh makna. Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat iman dan memperkaya ilmu.
ALI IRSAT

Kontributor aktif di SMK Plus Khoiriyah Hasyim Tebuireng Jombang.